Home artikel bioenergi Menentukan Pilihan Untuk Bekerja Pada Orang Lain

Kiranya Anda setuju dengan prinsip bahwa “hidup Adalah Pilihan” yang berarti apa pun yang Anda inginkan, apa pun yang Anda lakukan dan apa pun yang Anda dapatkan adalah hasil dari pilihan Anda. Anda adalah mahluk merdeka yang punya hak untuk melakukan apa saja dan menentukan langkah apa saja yang akan Anda lakukan. Anda bebas berkarya, bebas berkreasi, bebas beraksi, hanya saja Anda harus sadar bahwa manusia hanya wajib berikhtiar namun Allah-lah yang menentukan hasil Akhirnya. Namun Kita juga harus menyadari dan memahami bahwa Segala yang kita lakukan berproses, untungnya Allah menilai segala sesuatu dari prosesnya, karena dalam proses tersebut terdapat seni hidup dan kehidupan, ada sedih, ada gembira, ada luka ada bahagia, ada lapang ada sempit, ada pahala, ada dosa dan semuanya tergantung dari niat serta bagaimana kita mensikapinya. Karena kita harus ingat bahwa apa pun kejadian yang ada dalam kehidupan itu adalah ayat-ayat Allah yang tersirat dan tersurat, yang hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang mendapat petunjuk. Jika kita melakukan segala-sesuatu karena Allah, InsyaAllah akan bernilai ibadah dan dalam setiap ibadah ada pahala, yang akan membuat kita merasakan nikmatnya hidup serta rahmatan lil Alamin.

Dengan dasar niat karena Allah dan ibadah untuk mengharapkan ridhonya niscaya apa pun yang kita kerjakan senantiasa dalam tuntunan Allah, dan saat Anda memutuskan untuk berkarir sebagai karyawan yang berarti bekerja kepada suatu lembaga atau badan, maka pekerjaan yang Anda lakukan juga harus terarah sesuai dengan tujuan hidup Anda, bagaimana karir Anda di masa mendatang, apa yang akan Anda hadapi, apa yang Anda alami sekarang, dan apa yang sedang Anda kerjakan harus senantiasa terkontrol oleh pikiran dan hati serta niat tulus sebagai lahan Ibadah.

Sebagaimana di sebutkan dalam firman Allah, mengenai pekerjaan Allah menghendaki orang-orang yang dapat dipercaya dan bersemangat serta bersungguh-sungguh menjalani pekerjaannya. Apabila Anda sudah berbuat demikian, Anda tidak akan hanya mendapatkan apa yang Anda usahakan dalam arti materi, tetapi Anda juga akan mendapatkan pahala sebagai nilai atas ibadah yang Anda lakukan. Mengenai penjelasan dari hal itu tersirat dalam firman Allah sebagai berikut:

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”. (QS: Al-Qashash (28): 26).

 

Ayat tersebut jelas menegaskan bahwa orang yang berminat mengambil orang lain sebagai pekerja/karyawan adalah orang yang berdaya dalam arti orang yang memiliki kompetensi dalam bidang tertentu sekaligus orang yang dapat dipercaya. Saya yakin itu bukanlah suatu kiasan atau sebuah kata-kata yang tidak bermakna, Saya menyadari betul makna kuat dan dapat dipercaya yang difirmankan Allah dalam surah Al-Qashash tersebut. Hanya saja dalam mengartikan kata kuat bukan saja bermakna kuat fisik tetapi kuat dalam kemampuan tertentu. Apabila hal ini di aplikasikan dalam kehidupan sekarang, makna dasar dalam kata kuat dan dapat dipercaya adalah bahwa setiap orang yang ingin bekerja, harus tau kemampuan dirinya termasuk bidang apa yang di minati dan skill apa yang dimiliki, sehingga saat menginginkan pekerjaan tertentu, kita benar-benar tahu apa kebaikan dan keburukan dari pekerjaan kita, termasuk kekuatan dan kelemahan kita pada pekerjaan tersebut, peluang dan tantangan yang harus kita hadapi dari waktu ke waktu terkait dari pekerjaan tersebut dan lain sebagainya. Adapun mengenai unsur kepercayaan yang terkandung dalam kata “dapat dipercaya”, adalah bahwa dalam menjalankan pekerjaan sebagai seorang karyawan kita wajib bersikap amanah, artinya kita harus menjalani dengan tulus dan sebaik-baiknya, apa yang diperintahkan kepada kita selama perintah itu tidak bertentangan dengan syari’at agama Allah dan tidak melanggar kepentingan bersama. Selain itu kita juga harus ingat betul-betul makna dapat dipercaya disini juga mengandung makna ibadah, niat bekerja yang dilandasi ketulusan dan keiklasan dalam pekerjaan apa pun adalah manifestasi dari ibadah kepada Allah.

Sedangkan mengenai jenis pekerjaan yang sedang kita jalani atau yang kita miliki sebagai karir kita, harus disesuaikan dengan kondisi sebagaimana dijelaskan di atas. Pada hakekatnya setiap manusia dilahirkan dalam keadaan unik dan tidak akan memiliki kesamaan dengan siapa pun meski ia lahir dari orang yang sama, waktu yang sama atau memiliki ciri fisik sama, manusia memiliki hati nurani, nafsu, takdir dan garis nasib yang berbeda. Hanya saja bagaimana cara manusia mengusahakan apa yang menjadi tujuan hidupnya akan berbeda antara satu dengan lainnya, karena manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Manusia harus pandai mengelola kelebihan yang ada pada dirinya untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan hidupnya, dan sedapat mungkin mencari jalan dan solusi untuk menjadikan kelemahannya tidak menghambat tujuan hidupnya itu. Manusia mahluk individu yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban untuk semua yang telah dilakukannya, karenanya dalam bertindak manusia harus senantiasa di dasarkan pada norma-norma yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-sunah.

Mengenai bekerja sesuai dengan keadaan atau takaran yang ada dalam diri kita, Allah berfirman sebagai berikut:

Katakanlah: “Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui, (QS: Az-Zumar (39): 39).

Mereka berkata: “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)”.(QS: Fushilat (41): 5)

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu,maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS; At-Taubah (9): 105).

Ayat – ayat di atas juga menganjurkan agar kita bekerja dan berusaha dengan penuh keiklasan karena Allah dan pasti Allah akan memberikan balasannya, dan mengenai balasan atas pekerjaan yang kita lakukan Allah memegang kuasa Penuh, karena Dialah yang Maha mengetahui segala sesuatu, namun sebagai seorang hamba, kita wajib yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik kepada setiap Hambanya, karena Allah Maha  Adil dan Maha bijaksana, yang memiliki keadilan seadil-adilnya dan yang sangat cermat perhitungannya. Adil menurut kita belum tentu sama dengan kriteria adil menurut Allah, karena adil adalah sesuatu yang hanya akan kita dapati saat kita mampu menengadah dengan pikiran, bertindak dengan hati dan berjalan dengan hikmah, karena keadilan hanya akan ada pada diri dan hati hamba Allah yang tulus dan iklas dalam menjalankan segala sesuatu, yang selalu ber prasangka baik, dan yang selalu ridho dengan segala ketentuannya. Kita wajib ingat dalam setiap tindakan kita bahwa Allah senantiasa menyertai dan mengetahui apa-apa yang kita lakukan dan apa yang ada di setiap hati manusia sekalipun itu sangat tersembunyi.

Pada surah At-Taubah disitu di jelaskan dengan gamblang bahwa Allah dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan kita, disitu mensyiratkan makna bahwa Allah Maha mengetahui apa saja yang kita kerjakan dan apa pun hasil dari pekerjaan kita sekalipun tidak dilihat oleh atasan kita tetapi orang-orang mukmin akan dapat melihat pekerjaan kita yang berarti kebaikan dan berkah dari pekerjaan kita, akan selalu dapat dirasakan oleh orang-orang yang baik. Bukankah ini suatu nikmat yang luar biasa yang Allah berikan kepada orang-orang yang tulus? Memang tidak mudah untuk melakukan hal itu, sungguh akan terasa berat apalagi kalau lingkungan dimana kita bekerja bukanlah lingkungan yang mampu memahami bahwa bekerja adalah ibadah, tetapi sekali lagi kita harus yakin bahwa Allah akan selalu melihat apa-apa yang kita lakukan dan apa saja yang telah kita berikan. Bekerja dengan baik berarti bekerja demi kemaslahatan umat yang mengandung niai ibadah sekaligus bermuatan dakwah, yang mengandung arti membawa risalah kebaikan. Mengapa? Karena kita adalah khalifah di atas bumi yang mempunyai tugas teramat mulia yaitu menebar kebiakan dimuka bumi dengan beramar ma’ruf nahimungkar.

Sebagai gambaran sekaligus pesan untuk Anda Bahwa saat lingkungan pekerjaan Anda tidak mendukung sepenuhnya niat Anda dalam menjalankan pekerjaan misalnya rekan-rekan sesama karyawan di perusahaan atau lembaga tempat Anda bekerja tidak sepemikiran dengan Anda, tidak sedisiplin Anda, tidak memiliki tanggung jawab seperti Anda, tidak berkomitmen seperti Anda, Tidaklah aneh bila kemudian Anda terpengaruh, tetapi niat tulus ibadah karena Allah yang Anda terapkan dalam batin Anda akan senantiasa membuat Anda memiliki kontrol dalam menjalankan amanah tersebut. Anda dapat senantiasa melakukan pekerjaan Anda sesuai dengan yang diperintahkan oleh atasan dan Anda akan senantiasa terlihat enjoy menjalani pekerjaan Anda. Memang sulit dan sangat berat untuk tidak terpengaruh oleh rekan kerja yang selalu datang terlambat atau yang selalu  molor dalam menyelesaikan target pekerjaan, hati kecil Anda bisa saja merasa iri kenapa mereka bisa begitu tetapi tetap aman-aman saja tidak pernah mendapat teguran atau peringatan, sedangkan Apa yang Anda lakukan dengan baik seperti datang lebih awal dan selalu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu pun tidak mendapatkan reword, sementara Anda merasa sudah melakukan sesuatu yang lebih dari rekan-rekan sesama karyawan dan kompensasi yang Anda terima pun tidak berubah menjadi lebih baik dan bahkan apa yang anda dapat secara materi jauh dari apa yang di dapat rekan Kerja Anda karena alasan tertentu yang Anda sendiri tidak tahu. Apa yang Akan anda lakukan untuk kasus seperti ini? Apakah Anda kan bertahan dan tetap konsisten untuk datang awal dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, atau akan berbuat seperti rekan Anda yang lain yang toh juga tidak pernah mendapat teguran? Jawaban yang paling tepat ada dalam hati nurani Anda yang bersemayam di relung kalbu yang paling dalam. Jika Anda sanggup mendengarnya, baiknya itulah yang Anda lakukan, namun jangan lupa kembalikan segala sesuatu kepada Allah dan selalu ingat bahwa Allah melihat isi di setiap hati dan Maha mendengar sesuatu yang tak terucap dan yang hanya terbersit dalam niat.

Bagi Anda yang menyadari sebagai hamba Allah yang beriman dan memahami makna bekerja sebagai ibadah sebaiknya Anda tidak usah terpengaruh oleh rekan- rekan kerja Anda, tetaplah konsisten menjadi pekerja yang baik, karena Allah melihat dan mengetahui apa yang Anda lakukan dan Apabila anda merasa rugi karena tidak juga mendapat hasil dalam bentuk materi InsyaAllah, Allah akan memberikan pahala dan juga rahmat serta barokah rizki dari apa yang anda kerjakan. Dan apabila anda tidak mendapatkan dari tempat anda melakukan pekerjaan, Allah akan memberikan balasan dari arah yang tidak Anda sangka, karena ketulusan Anda tidak akan dibiarkan begitu saja oleh Allah. Anda perlu bukti? Lalukan saja pekerjaan Anda dengan sepenuh hati dengan tulus iklas karena ibadah kepada Allah, maka Allah akan memberikan balasan yang sesuai, mungkin tidak sekarang, tetapi suatu saat tanpa Anda sadari Anda akan merasakannya. Anda akan mendapat sesuatu yang disebut berkah ilahi yang nikmatnya tiada terkira. Bukan dalam bentuk materi tetapi kenikmatan itu akan lebih nikmat dsari materi dan kenikmatan itu tidak bias di bandingkan dengan apapun. Insyaallah……

Siapa manusia di dunia ini yang tak pernah mengalami masalah? Hidupnya tenamg-tenang saja? Apa ada? Tidak mungkin! Kita hanya manusia biasa, bukan...