Syaiful M Maghsri :: Motivator Spiritual | Konsultan Cara Kaya | Cara Sukses| Mengatasi Masalah

Home Testimoni Cara Menghadapi Fitnah dengan Kecerdasan Bioenergi

Kehidupan manusia tidaklah semulus seperti apa yang diharapkan pada umumnya. Tidak jarang segala masalah datang bertubi-tubi menyerbu hidup kita sebagai cobaan yang harus kita hadapi. Kita sering melakukan kesalahan yang terkadang tidak kita sadari, bahkan hal itu tidak kita akui sebagai hal yang sebenarnya dapat merusak kepribadian dan citra diri. Kebanyakan dari mereka memperlihatkan sikap pura-pura dalam bentuk yang halus untuk menutupi kesalahan sampai-sampai orang lain tidak menyadarinya. Kesalahan tersebut akan memiliki bobot yang lebih mengkhawatirkan apabila dilimpahkan kepada orang lain tanpa alasan yang jelas atau yang sering kita sebut sebagai fitnah. Fitnah adalah salah satu tindakan tidak beradab yang kerap dilakukan oleh seorang individu untuk menyelamatkan dirinya dari perbuatan berdosa; hal yang sebenarnya ditentang oleh khalayak ramai.

Inilah pengalaman kurang menyenangkan dari seorang karyawan di sebuah minimarket yang ada di Bandung. Jauh-jauh Fitri mengadu nasib ke Bandung hanya untuk mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Ia tergolong sebagai anak yang mandiri dan selalu bekerja keras untuk meraih hasil yang diharapkannya. Setelah lulus kuliah D1 jurusan Sekretaris di kotanya, ia berusaha untuk memasukkan lamaran kerja ke beberapa perusahaan dengan penuh semangat. Usahanya untuk melamar kerja di posisi sekretaris ternyata tidak membuahkan hasil karena rata-rata perusahaan membutuhkan akunting dan marketing yang berbeda latar belakang dengan jurusan kuliah yang diambilnya. Pada akhirnya, ia memasukkan sebuah lamaran kerja ke minimarket ternama yang ada di daerah Kuningan. Alangkah senangnya ketika dia diterima di minimarket tersebut pada posisi pengatur keuangan. Namun tersimpan sedikit perasaan sedih karena ia harus terpisah dari orang tuanya; ia ditempatkan di cabang perusahaan yang ada di kota Bandung.

Fitri sangat bersyukur atas anugerah Allah ini walaupun di tempatkan pada posisi yang berbeda dengan bidang kuliahnya. Akhirnya ia mulai bekerja di minimarket tersebut dan kebetulan pada saat itu sudah ada seorang karyawan lama yang juga bekerja pada posisi yang sama. Lambat laun Fitri mendapatkan banyak informasi yang ada di perusahaannya dari temannya tersebut. Semakin hari, hubungan mereka terlihat semakin akrab karena sering melakukan curhat satu sama lain; hal yang biasa dilakukan oleh kaum hawa. Dua bulan berlalu, perjalanan karirnya tidak ada hambatan apa pun, bahkan kehadirannya serasa memberi warna baru di tempat kerjanya, karena delapan karyawan yang ditempatkan di minimarket tersebut kebanyakan hanyalah lelaki, kecuali Fitri dan temannya itu. Ia mulai beradaptasi dengan lingkungan kerjanya, tak jarang ia juga melayani konsumen yang datang ketika membutuhkan bantuan. Dalam kehidupannya, Fitri selalu berusaha mengutamakan kejujuran dan semangat hidup yang tinggi agar dirinya dapat mencapai segala hal yang ia harapkan dan terhindar dari berbagai masalah.
Kehadiran Fitri ternyata dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab yang ingin mencari kepuasan pribadi. Pada saat perhitungan neraca keuangan di akhir bulan, ia merasakan kejanggalan yang sebelumnya tidak pernah ia temui dalam pekerjaannya. Ia melihat ada kesalahan perhitungan atas jurnal tersebut; berkali-kali melakukan pengulangan perhitungan, hasil akhir yang didapat tataplah sama. Fitri merasakan kegundahan dan kekhawatiran yang luar biasa atas kejadian tersebut. Secepatnya ia menanyakan kepastian masalah itu kepada teman akrabnya untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas. Namun temannya hanya memberikan reaksi datar atas pertanyaan Fitri dan mengatakan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui apa pun atas laporan keuangan itu.

Baca Juga:  Meningkatkan Kecerdasan Anak Melalui Bioenergi

Beberapa hari setelah itu, seluruh karyawan di minimarket tersebut dihebohkan atas hilangnya sejumlah uang dalam jumlah yang besar di dalam brankas rahasia. Wewenang atas isi brankas tersebut dipercayakan hanya kepada Fitri dan teman akrabnya itu untuk menggunakan uang yang ada di dalamnya sesuai dengan kebutuhan. Manajer di minimarket tersebut sontak kaget dan memanggil seluruh karyawannya untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban. Semua karyawan tidak ada yang mengaku dan keberuntungan sepertinya telah menjauh dari Fitri yang pada saat itu ia dipojokkan sebagai pihak yang tertuduh. Sungguh memilukan kejadian itu, bahkan jawaban yang ia lontarkan kepada seluruh karyawan di sana dirasa kurang meyakinkan dan mengandung ketidakjujuran. Pihak Manajer minimarket sebenarnya tidak menuduh Fitri secara langsung, namun teman akrabnya ternyata telah melontarkan pernyataan-pernyataan buruk atas kehadiran Fitri di perusahaan itu. Hal ini tentu menyebabkan gangguan psikis pada dirinya. Beberapa hari Fitri merasa tidak tenang dengan pekerjaannya. Hari-hari setelahnya hanya ia lalui dengan perasaan sedih dan tangisan batin, apalagi saat manajer pusat datang untuk campur tangan. Secara garis besar, kehadirannya dianggap membahayakan karena sebelum Fitri bekerja di tempat itu, tidak pernah terjadi penyimpangan laporan keuangan, apalagi kehilangan uang yang ada di Brankas.

Manajer pusat akhirnya memaksa seluruh karyawan untuk mengembalikan uang tujuh juta lima ratus tersebut dengan cara patungan. Hal tersebut langsung ditentang oleh mereka karena sebagian besar dari mereka tidak ikhlas jika harus betanggung jawab atas kesalahan yang tidak mereka lakukan. Pada akhirnya, hanya Fitri dan teman seprofesinya itu yang diberi penekanan. Namun karena pandai bersilat lidah, temannya mampu menyelamatkan diri atas tuduhan pencurian uang itu, bahkan berani memojokkan Fitri sebagai orang yang bersalah. Pada saat itu pula, Fitri mulai curiga terhadap temannya itu, bahkan ia berpikir bahwa orang itulah yang menjadi dalang pencurian di kantornya. Keyakinannya semakin kuat setelah melihat segala penyanggahan dan reaksi takut yang berlebihan dari temannya ketika menghadapi masalah itu. Ia menceritakan seluruh kejadian ini kepada orang tuanya, dan akhirnya mereka menyarankan untuk menyelesaikan masalah tersebut di Bioenergi Yogya. Walaupun harus menempuh jarak yang lumayan jauh, akhirnya dengan ditemani ayahnya, ia berangkat ke Yogyakarta untuk menyelesaikan masalahnya di kantor Bioenergi.

Baca Juga:  Bioenergi Mengajarkan Cara Meningkatkan Karir dengan Cepat

Akhirnya saya pun bertemu langsung dengan Fitri dan ayahnya. Kami bernostalgia karena tujuh bulan sebelumnya, ayahnya pernah mengikuti program pelatihan Zona Kaya di Bioenergi. Setelah saya mendengarkan seluruh cerita yang ia lontarkan, saya mulai menenangkannya dengan membuka mata batinnya terhadap segala permasalahan yang terjadi melalui kecerdasan Bioenergi. Segala hal yang terjadi di dunia ini, entah itu musibah maupun berkah, telah direncanakan Tuhan sebaik mungkin melalui bingkisan kehidupan yang berbeda bagi setiap umat-Nya. Kewajiban manusia untuk menanggapi segala musibah yang ia hadapi hanyalah dengan berpasrah dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Dengan keyakinan dan usaha yang kuat pula, kita pasti dapat menyelesaikan setiap permasalahan dengan baik dan lancar. Selain itu, kita jangan sampai menanggapi permasahan tersebut dengan pemikiran yang negatif karena dipastikan tidak akan menemui solusi terbaik, bahkan justru berkepanjangan. Apabila setiap permasalahan kita hadapi dengan pikiran yang positif, disertai dengan harapan akan kebahagiaan, penyelesaian masalah, ketenangan dan kedamaian maka semua masalah akan kita lewati dengan mudah. Inilah kecerdasan hidup yang terkandung dalam prinsip Bioenergi.

Kita harus berusaha setiap saat, jangan sampai putus asa dan terus mengembangkan gairah hidup karena hal itu akan menopang langkah kita selanjutnya. Fitnah memang kejam, namun kekejaman tersebut harus kita hadapi dengan keikhlasan. Kita harus sadar bahwa Tuhan selalu mengajarkan segala hal yang baik; jadi ketika kejahatan itu datang, tentu Tuhan tidak akan tinggal diam. Disinilah kecerdasan Bioenergi juga akan bekerja. Pada saat kita berpikir jernih dengan hati yang ikhlas, kita akan menemukan jalan terang atas segala masalah yang mendera. Jika kita dimusuhi seseorang, doakanlah orang itu agar semakin menyayangi kita. Jika kita mengetahui bahwa seseorang bersalah, doakanlah orang itu agar menyadari kesalahannya dan mau bertobat. Jika kita difitnah oleh seseorang, doakanlah orang itu agar lebih rajin berdoa dan mendapatkan pencerahan batin atas kehidupannya.

Sejenak Fitri merenungkan segala hal yang telah saya arahkan kepada dirinya. Sebelum mereka beranjak pulang, saya memberikan sedikit pengarahan kepadanya agar mendoakan ini setiap kali ia ingin melangkah dalam kesehariannya : ”Melalui Kecerdasan Bioenergi dan dengan kuasa-Mu Yang Agung, saya berharap agar segala permasalahan kehidupan saya dapat segera teratasi. Semoga setiap aliran darah saya mengandung Kecerdasan Bioenergi yang dapat mengarahkan setiap langkah hidup ini menuju ketenangan dan kebahagiaan sejati. Melalui Daya Kreatif Bioenergi ini, semoga segala hal yang mengganggu kehidupan dapat segera hilang dan lenyap bersama datangnya kesuksesan dan kebahagiaan seperti yang saya inginkan.”

Baca Juga:  Cara Membuka Rezeki dengan Bioenergi

    Tujuh hari setelah beranjak dari kantor Bioenergi, Fitri merasakan perubahan sifat yang ditampakkan oleh teman seprofesinya tersebut. Dengan perasaan takut dan raut wajah yang bersalah, ia meluangkan waktu yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati dengan Fitri. Ternyata kecurigaannya selama ini memang benar; orang yang mencuri uang di brankas tersebut memang teman dekatnya itu, yang sebelumnya selalu melimpahkan fitnah kepadanya. Ia merasa kaget bercampur haru karena kejujuran telah datang dari kesaksian temannya itu. Fitri tidak marah, benci ataupun kesal terhadap perbuatan temannya. Berkat kecerdasan Bieonergi, ia justru memberikan ucapan terimakasih karena temannya itu berani berkata jujur dan menampakkan perasaan bersalah yang amat dalam atas kejadian itu. Setelah diketahui oleh seluruh karyawan kantor, temannya itu sedikit dicaci dan dimaki atas fitnah yang ia sebarkan kepada Fitri. Manajer minimarket langsung memecat orang itu karena telah berkata dusta dan bertindak tidak jujur dalam perusahaan. Alasan apa pun dalam rangka pembelaan atas orang tersebut sama sekali tidak diterima oleh perusahaan.

Fitri hanya bisa berpasrah, sekalipun ia sendiri sebenarnya merasa iba terhadap kejadian yang menimpa temannya itu. Secara serentak, manajer cabang dan teman-temannya meminta maaf atas tuduhan yang sebelumnya telah mereka limpahkan kepada Fitri. Fitri hanya melemparkan senyum dan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sejak saat itu, ia semakin menjaga diri dalam melangkah dan berusaha menjalin hubungan yang lebih erat dengan teman-temannya. Semua ini saya dengar dari cerita Fitri sendiri ketika ia menghubungi saya lewat telepon dua bulan setelah itu. Ia mengucapkan banyak terimakasih atas kecerdasan Bioenergi yang telah membuat hidupnya menjadi aman dan damai.  Kini ia menjadi lebih yakin bahwa Bioenergi merupakan sumber kekuatan hidup Tak Terbatas dan solusi terbaik bagi setiap permasalahan manusia yang dapat muncul setiap saat tanpa permisi.

Jika Anda ingin mengatasi masalah fitnah seperti yang dialami oleh Ibu Fitria, Segera Konsultasikan ke Syaiful M. Maghsri. Hotline: 085327271999, 0818278880, Office (0274) 412446.

Pengalaman Fitria Anggraeni dari Kuningan (21 tahun)

Anda Sedang Menghadapi Berbagai Masalah? Ingin Segera Mendapatkan Solusinya? Segera Hubungi dan Konsultasikan Masalah Anda ke Syaiful M. Maghsri agar Anda tahu cara mengatasi masalah dengan cepat. Hotline: 085327271999, 0818278880, Office (0274)412446.  Salam Sehat & Sukses Selalu

Bagikan:

Artikel Terbaru

Cara Melunasi Hutang yang Menumpuk

Cara Melunasi hutang yang menumpuk – Mengambil keputusan berhutang biasanya dilakukan karena untuk memenuhi kebutuhan hidup. Baik untuk keperluan konsumsi, pendidikan, kondisi...