Syaiful M Maghsri :: Motivator Spiritual | Konsultan Cara Kaya | Cara Sukses| Mengatasi Masalah

Home artikel bioenergi Karir sebagai urutan pekerjaan

Setiap Orang memiliki pemikiran dan pandangan yang berbeda-beda tentang karir. Bagi sebagian orang karir merupakan target posisi yang harus di capai ketika mereka telah melampoi jangka waktu tertentu dalam pekerjaan mereka, dan juga karena prestasi kerja dan keahlian yang dimilikinya. Sebagian orang hanya bekerja dan tidak pernah memikirkan karir mereka , yang penting kerja sesuai dengan yang di perintahkan atasan, dan gaji akan mengikuti sesuai dengan kemampuan dan peran yang mereka lakoni di perusahaan serta sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Bagi orang yang merasa bahwa karir yang di capai adalah sebuah perjuangan akan lebih menghargai apa pun yang di dapatnya karena mereka juga memahami betapa untuk mendapatkan karir yang bagus perlu perjuangan berat, kerja keras dan tanggung jawab besar yang ada kalanya membutuhkan pertaruhan baik itu waktu, keluarga, masalah social dengan masyarakat dan lain-lain. Tapi apapun anggapan dan pandangan orang tentang karir menunjukkan bahwa tinggkatan karir seseorang di sebuah perusahaan akan menentukan prestise dan juga kesejahteraannya.

Charles Handy, seorang pakar di bidang manajemen berpendapat bahwa para karyawan harus mulai untuk melihat karir mereka sebagai sebuah urutan pekerjaan yang akan mereka jalani di organisasi yang sama atau berbeda. Handy menekankan bahwa para karyawan di masa kini harus memikirkan diri mereka, karena masa depan tidaklah dapat dijamin. Dalam situasi seperti ini, menurutnya, pendidikan menjadi sebuah investasi, sedangkan pengalaman yang beragam menjadi sebuah aset. Tetapi bagi mereka yang pada akhirnya hanya memiliki waktu sebagai bahan “transaksi sosial” dengan perusahaan, masa depan yang suram akan semakin mengintai. Mereka-mereka yang paling mungkin menderita oleh situasi ini adalah orang dewasa muda yang mempunyai tingkat pendidikan yang terbatas, para pekerja setengah terampil, karyawan berusia di atas 40 tahun pada organisasi yang besar, dan karyawan yang masih berharap dapat bekerja hingga 30 tahun dengan perusahaan yang sama (Stone, 1998).

Baca Juga:  Bioenergi Membuat Hidup lebih Harmonis

Apa yang terpapar diatas menunjukkan betapa persaingan di dunia kerja sangatlah kuat. Siapa yang bisa mempekerjakan dirinya sebagaimana yang diharapkan oleh perusahaan atau lembaga yang menaunginya kemungkinan ia bisa bertahan, tapi bagaimana bagi orang-orang yang statis? Dunia teknologi dan informasi yang semakin maju menuntut seorang karyawan harus dapat mengeksperesikan dirinya sesuai dengan peradaban modern yang ada. Adalah tidak mustahil jika mereka yang tidak mengenal teknologi akan tersingkir, sekalipun sudah menduduki jabatan tinggi. Kenapa bisa begitu, karena ilmu pengetahuan terus berjalan dan inilah yang menyebabkan ketatnya persaingan secara global. Iptek membuat setiap detik yang berlalu terasa lebih berharga dibandingkan uang yang tersimpan, karena setiap detik adalah perubahan dan berarti pula kehidupan baru. Barang siapa yang tidak berubah maka ia tidak akan hidup dan sebagai konsekuensinya adalah mati, dalam arti mati langkah, mati kreatifitas, mati pemikiran dan mati potensi karena tertinggal oleh melesatnya dunia dalam pacuan peradaban modern.

Kalau sudah demikian pemahaman kita akan yang namanya pekerjaan menjadi semakin dalam. Kita harus lebih bijak dan berani dalam bertindak, sebagaimana diungkapkan bahwa pendidikan adalah investasi maka dalam mendapatkan apa yang kita impikan kita harus berkorban dan belajar dalam dunia kerja untuk menjadikan kita lebih luas pandangannya dan lebih terbuka paradigmanya dalam mensikapi apa saja yang berkenaan dengan diri, potensi dan pengembangan karir serta pekerjaan.

Semua yang tertulis diatas adalah bagian dari proses dan bagian dari perjalanan waktu. Setiap kejadian yang kita alami di dunia ini adalah pelajaran dan bagi orang-orang yang mengetahui dan mendapat petunjuk hal ini adalah hikmah yang harus menjadi pelajaran berarti sekaligus sebagai media koreksi tentang kebaradaan kita sekaligus tingkat perubahan yang ada dalam diri kita, bagaimana kemarin, sekarang dan esok, apa yang telah kita lakukan, apa yang telah kita dapatkan dan apa yang kita harapkan di masa mendatang? Semua adalah urutan kejadian yang tidak terpisah-pisahkan yang akan memberikan kita pengalaman sekaligus jalan yang akan memandu perjalanan hidup kita.

Baca Juga:  Tenangkan Hati dengan Daya Spiritualitas Bioenergi

Bagikan:

Artikel Terbaru

Cara Melunasi Hutang yang Menumpuk

Cara Melunasi hutang yang menumpuk – Mengambil keputusan berhutang biasanya dilakukan karena untuk memenuhi kebutuhan hidup. Baik untuk keperluan konsumsi, pendidikan, kondisi...