Syaiful M Maghsri :: Motivator Spiritual | Konsultan Cara Kaya | Cara Sukses| Mengatasi Masalah

Home SyaifulMaghsri.com Sumpah pemuda: Harapan, Semangat dan Kemandirian Bangsa

sumpah pemuda 2013

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Pemuda sangat identik dengan perubahan, semangat dan kemandirian. Karena Perubahan adalah sarat dengan muatan visi, gagasan, kepedulian dan harapan. Jika kita melirik beberapa perkataan para tokoh tokoh besar berkaitan pada keidentikan Pamuda.
John C. Maxwell berujar, ”Orang tidak peduli seberapa banyak yang Anda ketahui, hingga mereka tahu seberapa jauh Anda peduli.”
Dalam The Seven Habits for Highly Effective People, Stephen R. Covey berpesan, ”Taburlah gagasan petiklah perbuatan; taburlah perbuatan petiklah kebiasaan; taburlah kebiasaan petiklah karakter; taburlah karakter petiklah nasib.”
Harapan, saat kita berharap, sesungguhnya kita menarik energi suara hati orang lain secara besar-besaran. Inilah yang dinamakan harapan. Lalu energi itu kita bawa pulang, dan jika tidak kita kembalikan ke sumbernya, keseimbangan orang lain akan terganggu. Harapan (akan realisasi janji tersebut) telah kita tarik, dan belum kita kembalikan (baca: janji belum terealisasi). Dan setiap aksi akan menimbulkan reaksi.
Sementara semangat mewakili aksioma optimisme dan proaktif. Menurut Stephen R Covey, ”Sikap proaktif sangat berguna bagi manusia terutama dalam menghadapi rintangan maupun dalam berinteraksi dengan manusia lain. Sikap proaktif menunjukkan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi.”
Lawan proaktif adalah reaktif, Stephen R. Covey, “Reaktif adalah sikap seseorang yang gagal membuat pilihan respon saat mendapat rangsangan atau stimulus dari orang lain.”
Dan kemandirian mewakili muatan kritisisme dan nalar. “Menerima ide-ide tanpa berpikir merupakan virus yang meracuni kebutuhan manusia akan pembebasan, berolah nalar, bertanya dan berimajinasi,” ujar Milan Kundera.
Jika kita melihat beberapa kata dari tokoh diatas wajarlah jika pemuda mempunyai peran penting dalam sebuah perubahan dalam tatanan masyarakat, walaupun tak dapat dipungkiri peran para pendahulu menjadi bagian penting untuk para pemuda saat ini. Dalam bahasan diatas perubahan, semangat, kemandirian, visi, gagasan, kepedulian dan harapan yang dimiliki oleh pemuda tak selalu sejalan pada realitasnya, hal ini dapat dilihat masih banyak para pemuda yang justru terjebak pada narkoba, tauran, dan lain sebagainya. Namun tak sedikit juga para pemuda yang menghabiskan hari harinya untuk konsisten pada kepedulian terhadap masyarakat, ikut andil dalam peran peran pembangunan Negara, dan lain sebagainya.
Semangat sumpah pemuda semestinya menjadi pemicu, spirit bagi para pemuda di negeri ini untuk kembali berkarya, mengambil peran ditengah tengah masyarakat, ditengah tegah gempuran budaya global, negeri ini butuh para pemangku perubahan, yang memiliki semangat nasionalisme dan kemandirian. Visi Indonesia yang Damai, memiliki gagasan untuk meningkatkan kualitas hidup bermasyarakat, kepedulian terhadap sesama dan Harapan untuk melihat Indonesia yang lebih baik.
Maju Terus Pemuda Indonesia.

Bagikan:

Baca Juga:  Jadwal Imsakiyah 2016 | Puasa Ramadhan 2016 1437 H Yogyakarta

Artikel Terbaru

Cara Melunasi Hutang yang Menumpuk

Cara Melunasi hutang yang menumpuk – Mengambil keputusan berhutang biasanya dilakukan karena untuk memenuhi kebutuhan hidup. Baik untuk keperluan konsumsi, pendidikan, kondisi...